Berita

KOMINFO BUTON CREW, Pada tahun-tahun sebelumnya hanya menampilkan ritual Pekandea-kandea, Posuo, Tandaki dan Pedhole-dhole dan acara puncak Tari Kolosa dengan ribuan penari, kali ini menyelenggarakan Pemilihan Laoti dan Waoti.

Perhelatan Festival Budaya Tua Buton adalah merupakan agenda nasional yang dilakukan setiap tahunnya untuk mendorong kemajuan pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Buton. Tahun ini akan digelar ajang pemilihan La Oti dan Wa Oti. Pemilihan itu untuk menghasilkan Duta Buton yang emmpunyai wawasan luas baik kepariwisataan, kebudayaan maupun wawasan secara umum yang turut mendongkrak angka kunjungan wisatawan ke Buton, kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buton, La Ode Zainuudin Napa yang didampingi Sekretaris Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Buton, Alimuddin Matu.

Dikataknnya, hasil pemilihan La Oti dan Wa Oti nantinya akan mewakili Buton di ajang pemilihan tingkat provinsi atau pusat. La Oti dan Wa Oti itu akan menjadi ikon Pariwisata Buton, katanya.

Uddin- biasa disapa juga menjelaskan secara garuis besar kategori penilaian didsarkan pada 4 hal yakni berpenampilan menarik, cantik, bersih dan pandai merawat diri. Selain itu harus memiliki kecerdasan dan minat belajar tinggi.
Kriteria ketiga yakni memiliki emosi yang berkaitan dnegan kemampuan berinteraksi dengan orang lain. Terakhir berkepribadian luhur,memiliki etika dan peduli sesame. La Oti dan Wa Oti juga harus menguasai Bahasa Buton dan Bahasa Asing, urai Zainuudin Nappa.

Pesertanya lanjut Uddin, dari SMA sederajat, Perguruan Tinggi, Utusan kecamatan dan untuk kalangan umum. Usia minimal 15 tahun dan maksimal 24 tahun. Tinggi minimal 157 untuk Wa Oti dan 168 untuk La Oti.
Adapun pakaian yang akan dikenakan adalah pakaian khas Buton, Wa Oti mengenakan pakaian Kabubua, dan La Oti mengenakan Ajo Bhantea, pungkasnya.

Berita Terbaru